Siapa yang ngga kenal makanan diatas? kalau ngga kenal benar-benar TERLALU.
Yup.... karena mie ayam adalah makanan yang sudah melegenda. Kemanapun kita melangkah pergi, pasti ada yang menjual mie ayam. Baik di pinggiran jalan, di stasiun, di termianl atau di mall sekalipun. Mie ayam dijual dengan harga yang sangat terjangkau dan sangat mengenyangkan. Mie ayam juga dimakan pagi hari untuk sarapan....maknyus. Di makan siang hari untuk makan siang.... mantaff. Di makan sore hari untuk mindo..... uenak tenan. Di makan malam hari sebagai makan malam juga...sadaff. Jadi singkatnya mie ayam itu makanan yang murah meriah, mengenyangkan dan bisa dimakan dimana saja dan kapan saja.
Untuk yang berjiwa wiraswasta, berjualan mie ayam ini juga merupakan barang dagangan yang prospeknya cukup bagus. Coba perhatikan di sekliling kita, boleh dibilang orang yang berjualan mie ayam dipastikan selalu habis barang dagangannya. Apalagi kalau kita mensiasati pasar dengan cara : menjual lebih murah dari pedagang yang lain, ngasih ayamnya ngga pelit, melayani dengan senyum dan ramah. Dijamin hanya beberapa jam begitu kita buka lapak, dagangannya langsung laris manis tanjung kimpul...dagangan habis uang kumpul.
Saya sudah membuktikannya sendiri. Di dekat kantor ada pedagang mie ayam yang menjual barang daganganya dengan harga semangkok Rp. 5000. Bayangkan hari gene di Jakarta masih menjual dengan harga segitu? sementara pedagang yang lain memasang tarif Rp. 7000 sampai Rp. 8000. Alhasil kalau kita mau beli diatas jam 1-an dijamin ngga akan kebagian.
Uniknya lagi mie ayam ini masih tetap dicari orang meskipun bulan puasa atau lebaran. Kalau nasi uduk, gado-gado, ketoprak agak susah kalau berjualan di bulan puasa. Makanya banyak yang beralih profesi menjadi penjual kolak atau timun suri. Tidak demikian halnya dengan mie ayam ini. Meskipun di rumah sudah ada kolak, es buah, nasi dan lauk pauknya, tapi sepulang tarawih banyak orang yang mencari mie ayam. Nah kalo lebaran, meskipun di rumah udah ada ketupat dan rendang, tapi masih banyak juga yang mencari mie ayam. Soalnya mblenger katanya makan daging terus hehehe....Begitulah pemandangan di sekitar rumah saya ketika bulan puasa dan lebaran.
Jadi mie ayam ini bisa menginspirasi siapapun yang berjiwa wiraswasta untuk meraup keuntungan besar dalam waktu singkat. Dan yang pasti berjualan mie ayam ngga ribet, karena pedagang cukup memasak ayam dan kaldunya saja (bisa didapat dengan sekali memasak), karena bahan-bahan yang lain didapat dengan cara membeli.
Mie ayam juga bisa menginspirasi siapapun yang kebingungan mau sarapan atau makan siang apa? cukup mie ayam, perut anda akan berasa kenyang hehehe.....
Postingan ini disertakan pada Bukan Kontes Biasa : TASBIH 1433H di Blognya Dhila13








