Untuk kondisi bangunana aparatemen yang seperti itu, saya ngga tahu kebenaranya. Tapi untuk kondisi banjirnya, saya lihat di liputan6.com memang benar. Saya juga dulu pernah kerja di daerah Teluk Gong, Kapuk Muara, dan Kapuk Kamal...memang daerah tersebut rawan banjir. Yang menyedihkan, daerah tersebut kalau sudah banjir susah surutnya, beda dengan mereka yang tinggal di bantaran kali seperti Bukit Duri dan Kampung Pulo, yang apabila air sungainya surut, maka banjirpun akan surut. Tapi tidak demikian dengan banjir di daerah Kapuk Muara, banjir baru bisa surut dalam waktu yang cukup lama.
Bahkan pernah loch waktu saya dulu kerja di daerah sana, selama sebulan saya harus naik perahu karet karena banjirnya sangat tinggi, tidak ada satupun kendaraan yang bisa masuk daerah situ selain perahu. Alhasil gaji saya selama sebulan habis untuk transport doang.
Itu saya alami di tahun 1998 sebelum krismon, waktu kapuk muara mengalami banjir yang seperti itu, daerah Grogol, Jembatan Tiga, Kota, Pluit, Mangga Dua dan sekitanya belum pernah kebanjiran. Sekarang ini daerah daerah tersebut banjir hingga mencapai 1 meter, jadi bisa dibayangkan bagaimana banjir di kapuk muara? mungkin ketinggiannya bisa mencapai 2-3 meter kali yachh...tapi sayangnya hal ini luput dari perhatian media massa elektronik. Sesungguhnya saya penasaran pengen tahu kondisi saat ini di Kapuk Muara, khususnya di perumahan Villa Kapuk Mas, karena dulu Bos saya dan keluarganya pernah tinggal disana, tapi sekarang ngga tahu masih tinggal disana apa ngga karena saya kehilangan kontak dengan beliau, semoga saja seandaianya beliau masih tinggal disana, keadaanya baik-baik saja. aamiin
Harco Mangga Dua

