Tuesday, December 6, 2011

Cerita Kehamilan

Dapat PR dari Della nech, untuk posting kisah kehamilan....ok dech kalo begitu.

Sebenarnya kisah kehamilan saya ngga terlalu menarik untuk diceritakan, karena kisahnya biasa-biasa aja. Cuma yang pasti, waktu hamil anak pertama, saya rajin posting perkembangannya. Tapi hamil anak kedua malah malas posting heheh.....

Saya menikah tanggal 4 maret 2007. Masih sempat dapat mens bulan maret dan april. Bulan mei udah ngga dapat mens lagi. Setelah di tes ternyata positif hamil. Alhamdulillah.......

Kehamilannya berkembang dengan baik dan hampir ngga ada masalah yang berarti. Saya juga mengalami "hamil kebo" dalam artian makan apa aja ngga masalah. Ngga mengalami morning sicknes, jadi selama hamil kodisi badan saya seperti orang biasa. Makan apa aja hayooo. Nyium bau apa aja no problemo. Bahkan saya merasa badan saya lebih fit waktu hamil karena rutin mengkonsumsi vitamin setiap hari. Waktu hamil itu suami sering ditugasin keluar kota. Dan saya harus ke kantor di daerah Jl. Bangka Jaksel naik angkot, bus, metromini  Pp 6 kali pindah angkutan. Belum lagi harus ngejar-ngejar bus di terminal blok M supaya dapat duduk. Pernah juga kehujanan dan harus neduh di kantor orang waktu nunggu jemputan suami. Waktu itu saya sempat ketakutan karena hujannya deras sekali, hujan angin plus petir yang menggelegar. Saat suami datang, jalanan sudah banjir sementara baju yang saya pakai sudah basah semua. Untung kandungan saya baik-baik saja. Dan lahirlah si kk ina ini. Smoga kk ina kelak menjadi pribadi yang tangguh dan kuat.

Kk Ina


Emak dan Kk Ina

Kalau kehamilan yang kedua, jujur ini ngga direncanakan. Kami juga sempat agak takut karena kk ina masih terlalu kecil untuk punya adik. Tapi mau gimana lagi, sudah dikasih rejeki sama Allah harus diterima dengan senang hati. Kami sempat merahasiakan kehamilan ini sama orang rumah, tapi akhirnya mereka tahu karena waktu ketahuan hamil anak kedua, waktu itu lagi bulan puasa. Alhamdulillah kehamilan kedua juga berjalan dengan baik. Hampir tidak ada masalah sama sekali. Dan beruntung saat hamil kedua ini kantor saya sudah pindah ke Kelapa Gading. Cuma butuh waktu 15 menit untuk sampai ke kantor. Alhamdulillah juga selama hamil anak kedua ini, semua makanan yang saya inginkan bisa diwujudkan, senangnya.....

Cuma kelahiran anak yang kedua ini lebih cepat dari perkiraan. Saya belum sempat ambil cuti, eh dedenya udah pengen melihat dunia. Untunglah kerjaan kantor bisa tetap dihandle setelah pulang kerumah. Inilah penampakan anak kedua kami yang imut-imut.

Dd Walu

Emak dan Dd Walu

Ada yang bisa nebak ngga? foto dibawah ini waktu hamil siapa hayoo....



Berhubung PR ini harus dilempar ke 3 teman blogger lagi, maka dengan senang hati saya lempar ke :


Mari berbagi cerita kehamilan temans, smoga bermanfaat bagi pembaca yang lain.


Friday, December 2, 2011

Dongeng Sebelum Tidur

Minggu lalu, adik saya yang berprofesi sebagai Guru TK ikut lomba Story Reading tingkat kotamadya Jakarta Utara. Ternyata berhasil keluar sebagai juara pertama, untuk kemudian nantinya akan diadu lagi di tingkat DKI Jakarta.



Materi gambar dan cerita murni karangan sendiri, yang dibuat dalam bentuk buku. Kemudian pas acara lomba di test lagi menggambarnya, takut kalau gambar itu bukan buatan sendiri. Setelah menang materi gambar tadi menjadi hak panitia. Untung sebelumnya saya udah foto dulu, jadi masih punya dokumentasinya. Soalnya tahun lalu adik saya ikut juga dan berhasil meraih juara ke-2 tapi belum sempat difoto hiks.

Berikut ini Story Reading buatan adik saya :

Kiko si Ikan Koki

Kiko dan Kiki adalah dua ekor ikan bersaudara. 
Kiko si kakak bertubuh besar. Kiki sang adik bertubuh kecil

Kiko pelit dan serakah. Masya Allah....
Jika kiki mempunyai makanan kiko selalu merebutnya,
sebaliknya kiko tidak pernah memberi makanan kepada kiki

Kiko juga suka merebut dan meminta makanan kiki.
"Mama sedih kalau kiko masih pelit dan serakah",
tegur mama kiko

Suatu hari, kiko dan kiki pergi mencari makanan ke tepi sungai.
Setelah lama mencari, kiki pun menemukan sesuatu

Aha! tiba-tiba mata kiki terbelalak kaget! 
ada makanan di depannya! 
"cacing gemuk! Subhanallah itu makanan kesukaanku" seru kiki

Tapi tiba-tiba kiko merebut cacing gemuk itu
"eeiit...jangan dimakan cacing itu! itu punyaku!" seru kiko kasar.
Kiki pun pulang sambil menangis

"Hmm..cacingnya nyam nyam enak sekali"
Ternyata kiko sudah melupakan pesan mama 
agar tidak pelit dan serakah

Tapi tiba-tiba, aduh! kiko menggigit sesuatu yang keras!
kiko terbelalak kaget. Mata kail!
Ternyata cacing itu umpan pancingan

Breeet! Bret! kiko berusaha keras melepaskan mata kail itu.
Ketika meronta ronta, siiing! 
seketika tubuh kiko sudah terangkat ke atas.

"Innalillahi! ternyata Pak Nelayan!" pekik kiko kaget.
"Lepaskan, lepaskan aku!
Huaaa...Mama, Papa, Kiki, toloooonggg!"

Kiko berteriak-teriak sambil menangis "uuuhhh...uhhh...".
Namun sayang mereka tak mungkin mendengarnya lagi.

Tapi terlambat, Pak nelayan membawa kiko pulang ke rumahnya.
Barulah sekarang kiko menyesali sifatnya yang pelit dan serakah.

Pesan Moral :
-Sifat pelit dan serakah adalah perbuatan yang tidak terpuji dan tidak patut ditiru.
-Saling memberi dan menolong orang lain adalah perbuatan terpuji yang ahrus selalu kita lakukan.
-Allah SWT akan menyayangi umatnya apabila kita selalu menyayngi orang lain.

Thursday, December 1, 2011

Dhila13 Photo Challenge : Inspirasi


Siapa yang ngga kenal makanan diatas? kalau ngga kenal benar-benar TERLALU.

Yup.... karena mie ayam adalah makanan yang sudah melegenda. Kemanapun kita melangkah pergi, pasti ada yang menjual mie ayam. Baik di pinggiran jalan, di stasiun, di termianl atau di mall sekalipun. Mie ayam dijual dengan harga yang sangat terjangkau dan sangat mengenyangkan. Mie ayam juga dimakan pagi hari untuk sarapan....maknyus. Di makan siang hari untuk makan siang.... mantaff. Di makan sore hari untuk mindo..... uenak tenan. Di makan malam hari sebagai makan malam juga...sadaff. Jadi singkatnya mie ayam itu makanan yang murah meriah, mengenyangkan dan bisa dimakan dimana saja dan kapan saja.

Untuk yang berjiwa wiraswasta, berjualan mie ayam ini juga merupakan barang dagangan yang prospeknya cukup bagus. Coba perhatikan di sekliling kita, boleh dibilang orang yang berjualan mie ayam dipastikan selalu habis barang dagangannya. Apalagi kalau kita mensiasati pasar dengan cara : menjual lebih murah dari pedagang yang lain, ngasih ayamnya ngga pelit, melayani dengan senyum dan ramah. Dijamin hanya beberapa jam begitu kita buka lapak, dagangannya langsung laris manis tanjung kimpul...dagangan habis uang kumpul.

Saya sudah membuktikannya sendiri. Di dekat kantor ada pedagang mie ayam yang menjual barang daganganya dengan harga semangkok Rp. 5000. Bayangkan hari gene di Jakarta masih menjual dengan harga segitu? sementara pedagang yang lain memasang tarif Rp. 7000 sampai Rp. 8000. Alhasil kalau kita mau beli diatas jam 1-an dijamin ngga akan kebagian.

Uniknya lagi mie ayam ini masih tetap dicari orang meskipun bulan puasa atau lebaran. Kalau nasi uduk, gado-gado, ketoprak agak susah kalau berjualan di bulan puasa. Makanya banyak yang beralih profesi menjadi penjual kolak atau timun suri. Tidak demikian halnya dengan mie ayam ini. Meskipun di rumah sudah ada kolak, es buah, nasi dan lauk pauknya, tapi sepulang tarawih banyak orang yang mencari mie ayam. Nah kalo lebaran, meskipun di rumah udah ada ketupat dan rendang, tapi masih banyak juga yang mencari mie ayam. Soalnya mblenger katanya makan daging terus hehehe....Begitulah pemandangan di sekitar rumah saya ketika bulan puasa dan lebaran.

Jadi mie ayam ini bisa menginspirasi siapapun yang berjiwa wiraswasta untuk meraup keuntungan besar dalam waktu singkat. Dan yang pasti berjualan mie ayam ngga ribet, karena pedagang cukup memasak ayam dan kaldunya saja (bisa didapat dengan sekali memasak), karena bahan-bahan yang lain didapat dengan cara membeli.

Mie ayam juga bisa menginspirasi siapapun yang kebingungan mau sarapan atau makan siang apa? cukup mie ayam, perut anda akan berasa kenyang hehehe.....

Postingan ini disertakan pada Bukan Kontes Biasa : TASBIH 1433H di Blognya Dhila13